26.8.10

Kekasihku

Aku sangat menangisi kehilangannya
Bakal kehilangannya

Setelah agak lama tidak bersua
Kuterka kami agak segan-segan bertentang mata
Bersua secara berdua bukanlah perkara biasa
Bibir diucap dan bibir mengucap
Memahami maksud tersirat di balik kelat pekat malam
Suaranya indah kuamati semahu-mahunya
Membayangkan keindahan diri empunya suara

Sayangku
Sudah lama kutidak menatap wajahmu itu
Di balik hijab itu yang indah itu
Tersimpan wajah mulus
Kuitnya putih indah menawan
Meragut separuh nyawaku andai kukehilanganmu

Sayangku
Pertemuan di pantai kehidupan ini sangat bermakna buat diriku
Aku tidak mengetahui adakah engkau juga begitu
Di balik tingginya kemuliaan dirimu
Disanjung serta dijunjung
Adakah aku bisa mendapatkanmu sayangku

Kegusaran daam hati tidak terbendung lagi
Persoalan demi persoalan merajai diri
Adakah aku mampu meraih cintamu
Tuntas menghiasi kalbu diriku
Membantu diriku kembali ke fitrahku
Adakah engkau benar-benar mampu menjadi milikku
Atau bisa sahaja aku tidak layak mendapatkanmu

Sayangku
Aku tahu kita akan berpisah jua
Kerana aku tahu engkau milik Yang Esa
Izinkan aku merasai kasih sayangmu itu dahulu
Sebelum mataku berada di sekitar kapanku

Sayangku
Aku memohon kepada-Nya
Agar ku bisa mendapatkanmu
Kerana engkaulah pujaan hatiku
Pujaan seuruh manusia yang berakal
Engkaulah sayangku
Ramadhan al-Mubarak

2 comments:

Dx said...

kasih hanya akan hadir ketika diri sayang,
sayang akan meruntun bila diulit cinta,
namun jika hati tidak sudi,
jiwa tidak kental,
masakah Ramadhan hadir
bakal menkadirkan diri ini menjadi Murabbi

Abu Umawiy az-Za'faraniy said...

InsyaAllah...Moga Allah berkati